Surat Terbuka: 

Kepada:
Yth. Bapak/Ibu/Saudara/i ....


Bismillahirahmanirahim...

LATAR BELAKANG 

Sedikit gamang, bingung harus mulai dari mana. Apakah proposal atau lisan? Sendiri atau ramai orang? Pada akhirnya, Surat Terbuka inilah yang kemudian kami sampaikan... 

Sedikit cerita, sebagai pengantar, di awal tahun 2020 kami membuat keputusan yang sedikit berbeda dari sebelumnya terhadap pengelolaan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Nurul Hidayah Sawangan, dengan menanggung seluruh akomodasi kegiatan TPA Nurul Hidayah Sawangan. 

Seluruh kegiatan belajar mengajar di TPA Nurul Hidayah Sawangan diberikan secara cuma-cuma, gratis. Tak ada pungutan apapaun. Honor pengajar sejumlah Rp600.000,00 per bulan dan perlengkapan belanjar-mengajar ditanggung pengurus masjid. Termasuk santri TPA yang tidak memiliki iqro atau Al-Quran akan difasilitasi. 

Langkah ini kami ambil untuk menarik perhatian orang tua santri agar dapat suka rela memilih TPA Nurul Hidayah Sawangan. Dan alhamdulillah, keputusan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Jumlah peserta didik meningkat, jumlahnya mencapai 40-an. 

Ya, Kami memang berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di TPA Nurul Hidayah Sawangan secara bertahap. Target Kami sederhana, yakni dalam satu rumah minimal ada satu orang yang bisa dan rutin membaca Al-Quran, sehingga saat malam menjelang akan terdengar suara tilawah bersahutan antara rumah satu dengan rumah lainnya. 

Sebagai imbangan, Kami juga merintis sebuah Unit Kegiatan Bersama (UKB) yang melaksankan kegiatan ekonomi produktif untuk mendukung kegiatan TPA Nurul Hidayah. Sulit, iya. Susah, pastinya. Tetapi kami melihat hal ini harus dilaksanakan, tidak bisa tidak. Kenapa? Karena kebutuhan TPA pasti akan semakin bertambah tiap tahunnya. 

Inilah cikal bakal pemikiran yang kemudian mendorong LATANSA dihadirkan. 

Pada musyawarah tanggal 23 Maret 2021 Pengurus Masjid Nurul Hidayah Sawangan menyambut baik kehadiran Latansa. Pada pertemuan itu pula disepakati bahwa Latansa merupakan Unit Kegiatan Masjid Nurul Hidayah Sawangan yang menyelenggarakan kegiatan ekonomi produktif untuk menunjang operasional/kegiatan Masjid Nurul Hidayah Sawangan. 

PROFILE USAHA 

Latansa beroperasi di Kediaman Bapak Fahrudin, Desa Sawangan RT03 RW02 (Samping Masjid Nurul Hidayah Sawangan). 

Latansa menyelenggarakan usaha Payment Point Online Bank (PPOB) yang memberikan layanan jasa pembelian dan pembayaran multi tagihan. Transaksi pembelian yang dapat dilakukann di Latansa antara lain: pembelian pulsa, paket data, kartu perdana, token PLN, dsb. Sedangkan pembayaran yang dapat dilakukan diantaranya: pembayaran tagihan PLN, PDAM, BPJS, Indiehome, dll. 

Layanan jasa ini Kami pilih dengan pertimbangan: 
1. Risiko usaha terhadap struktur modal minim; 
2. Belum ada layanan serupa di lingkungan RW 02 Sawangan; 
3. Melibatkan peran warga sekitar. 

Selain jasa, Latansa juga menjalin kemitraan dengan beberapa wirausahawan dari beberapa daerah untuk menyediakan kebutuhan dan perlengkapan muslim sepert Al-Quran, Buku, Edukasi Anak, dan sebagainya. 

Kedepan, semoga Latansa bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan ekonomi produktif di berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, dan lainnya. 

BAGI HASIL 

Pada awal didirikan (sebelum disepakati menjadi UKB Nurul Hidayah), keuntungan yang diperoleh Latansa (setelah dikurangi honor minimal pengelola) dibagi menjadi tiga bagian yaitu: 
1. Sepertiga bagian untuk operasional Masjid Nurul Hidayah Sawangan (saat ini fokus di TPA); 
2. Sepertiga bagian untuk modal Latansa; 
3. Sepertiga bagian untuk bonus Pengelola. 

KENDALA YANG DIHADAPI 

Kami menemui beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan Latansa diantaranya: 
1. Tidak ada modal usaha. Saat ini modal milik Latansa hanya Rp82.719,00 (dari keuntungan bulan Maret 2021), sedangkan modal lainnya berasal dari pinjaman sukarela pihak ketiga; 
2. Kurangnya alat peraga dan sosialisasi kepada warga; 
3. Kesadaran bahwa, “dengan melakukan transaksi di Latansa, berarti ikut berpartisipasi memajukan TPA Nurul Hidayah Sawangan” masih perlu ditanamkan kepada masyarakat. 

PERKIRAAN KEBUTUHAN DANA 

Dengan memperhatikan beberapa layanan transaksi yang disediakan Latansa seperti pembayaran PLN, pembelian paket data, transfer antar Bank, termasuk penjualan barang dan transaksi lainnya, kami memperkirakan modal minimal yang dibutuhkan adalah Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah). 

PERAN YANG DIBUTUHKAN 

Kami menyadari di era digital seperti sekarang ini telah banyak dompet digital yang memberikan layanan pembayaran secara online. Semuanya serba mudah, tinggal klik, selesai sudah semua tagihan. 

Hal yang berbeda di Latansa adalah bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk menanamkan pola pikir produktif kepada jamaah Masjid Nurul Hidayah dengan melakukan kegiatan ekonomi produktif yang ikut menopang operasional/kegiatan Masjid Nurul Hidayah Sawangan. 

Melalui surat terbuka ini, Kami berharap yang pertama Bapak/Ibu/Saudara/i berkenan untuk mengalihkan pembelian dan pembayaran tagihan di Latansa. 

Misalnya Bapak/Ibu memiliki tagihan PLN, PDAM, BPJS, dan Indihome yang harus dibayar setiap bulan, bisa dilakukan di Latansa. Kami akan mengecek satu persatu tagihan, dan Bapak/Ibu hanya perlu membayar satu kali baik tunai maupun transfer ke rekening kami. Latansa telah menyiapkan empat rekening Bank yakni BNI, BRI, BCA, dan Mandiri yang bisa dipilih untuk meminimalisir biaya admin transfer antar bank. 

Mohon maaf jika simulasi transaksi diatas terlihat ribet atau merepotkan, tetapi jika aktivitas ini melahirkan ide dan pemikiran warga sekitar untuk “ikut” melakukan kegiatan ekonomi produktif, maka segala kerepotan yang dilakukan akan sepadan. 

Kedua, Bapak/Ibu/Saudara/i juga bisa memberikan infak berupa modal untuk meningkatkan kegiatan ekonomi produktif UKB Latansa, dengan penjelasan sebagai berikut: 
1. Infak yang terkumpul akan digunakan untuk modal kegiatan ekonomi produktif, dan tidak digunakan untuk biaya operasional UKB Latansa. 
2. Pemberi infak tidak mendapatkan keuntungan bagi hasil dari kegiatan ekonomi produktif yang dilaksanakan oleh UKB Latansa. 
3. Dalam hal UKB mengalami kerugian yang bukan karena kelalaian, maka tidak ada kewajiban bagi UMK untuk melakukan penggantian atas berkurangnya modal. 
4. Dalam keadaan kahar yang menyebabkan UKB tidak dapat lagi menyelenggarakan kegiatan ekonomi produktif, maka seluruh dana infak yang ada akan diserahkan ke Masjid Nurul Hidayah Sawangan. 

KRITIK DAN SARAN 

Pada dasarnya seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh UKB Latansa bertujuan untuk menumbuhkan pola pikir produktif dan meningkatkan peran serta warga masyarakat pada kegiatan kemasjidan, khususnya di lingkungan Masjid Nurul Hidayah Sawangan. 

Kami sangat mengharapkan saran, masukan, juga pemikiran dari Bapak/Ibu/Saudara/i terhadap kegiatan yang Kami selenggarakan. 

PENUTUP 

Demikian surat terbuka ini, terima kasih atas doa, dukungan dan partisipasi Bapak/Ibu/Saudara/i pada kegiatan ini. Semoga Allah swt. senantiasa membimbing kita semua untuk istiqomah di jalan dakwah. 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...